#22 : Belum Sampai Alif

Ramadhan sudah sampai di hari ke duapuluh dua, hampir di ujung bulan. Ada pertanyaan yang menggelayut dalam pikiran dan hati, apakah ramadhan masih bersamamu? Efek yang timbul selama menjalankan ibadah ramadhan terhadap pribadi? Apakah benar ramadhan ada dihatimu? Masih banyak lagi pertanyaan-petanyaan yang menggugat keimanan saya selama menjalani ramadhan tahun ini yang belum lagi habis masanya.

Siang ini ditengah “pemaksaan” saya atas tubuh yang sedang tidak refresentatif untuk menjalankan ibadah ramadhan, saya mencoba mengkaji keberadaan diri ditengah ramadhan yang sebentar lagi akan melambaikan salam perpisahan : say good bye, wahai kasmadi! Ah berpuluh kali bertemu dengannya selalu saja terasa bahwa saya semakin sulit sekedar bercengkrama dengannya. Tahun ini saja kurang lebih sepuluh hari saya tidak bergumul dalam balutan keakraban bersamanya.

Begini pula, bisa jadi siswa-siswa yang datang silih berganti belajar jika dalam keadaan tidak ikhlas. Sebab berpuasa sejatinya adalah pembelajaran tentang keihklasan ummat muslim yang mengaku beriman. Belajar menjadi tidak menyenangkan karena merasa terbebani, belajar menjadi monoton ditengah tugas yang dirasa begitu berat, bekerja sambil berpuasa.

Tulisan ini hanya kontemplasi, jadi jika ada pembaca yang mungkin bisa jadi mengalami hal yang sama tidak untuk menggurui. Sebab saya masih merasa belajar bersama ramadhan belum juga sampai alif! Mungkin sampai ajal menjelang, alif pun tak sampai tuntas dipelajari.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s