#7 : Cita-Cita Sang Murid Kandas Di Tangan Guru?

kamutPernyataan yang menarik untuk direnungkan dan dianalisa agar tidak salah memahami dan langkah yang masih panjang. Pernyataan yang keluar begitu saja dari seorang guru berpengalaman, guru yang banyak menimba ilmu dari para pakar pendidikan dan sempat mengenyam pertukaran guru ASEAN. Sayang rasanya kalo pernyataannya disia-siakan untuk tidak direnungkan.

Simpel kedengarannya, namun menggores dihati. Pernah saya publish dalam bentuk status di sebuah grup facebook sekedar ingin melihat reaksi sahabat-sahabat guru. Tanggapan yang terlontar beragam mulai dari mencibir nyinyir mempertanyakan status saya, ada yang marah karena merasa tersinggung ada juga yang mengajak berdiskusi mengapa wacana seperti itu muncul.

Rasanya kalimat yang keluar dari seorang guru senior yang saya yakin pengalamannya perlu dicontoh, tidaklah salah. Bahwa keberadaan guru seharusnya memang menjadi pemicu semangat siswa untuk menggapai masa depan yang gemilang. Bercermin beberapa peristiwa yang mengenaskan mulai dari pelecehan gender, kekerasan fisik, bulying verbal dan sebagainya. Beragam peristiwa ini menunjukkan bahwa peran guru dalam kehidupan siswa mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menentukan masa depan siswa.

Sebagai sebuah pelajaran bagi guru, berikut ada peristiwa di sebuah sekolah ada seorang siswa yang sebenarnya pandai lantas kemudian karena saking takutnya dengan guru pengampu pelajaran menjadi stress. Standar guru yang ditakuti dianggap sebagai guru yang berhasil inilah yang perlu diluruskan. Jika hal ini dibiarkan secara perlahan akan tertanam dibenak guru bahwa testimoninya benar adanya. Kita tidak melihat kondisi psikologis siswa yang menghadapi situasi yang demikian sulit baginya.

So, benarkah cita-cita siswa kandas ditangan sang guru? Hanya gurulah yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Patut kita renungkan apakah kita pernah berbuat sedemikan rupa sehingga berakibat fatal pada cita-cita siswa kita. Mumpung di bulan yang penuh berkah tidak ada salahnya ini menjadi introspeksi bagi guru, terutama yang memproklamirkan dirinya muslim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s