#6 : Ibadah

2015-06-07 06.53.15 “Ayo kita ibadah! ajak seorang sahabat saat selesai sholat zuhur di sekolah. Wah, ini tumben sekali sahabat saya yang satu  ini, sebut saja namanya Jalu. Biasanya setelah sholat zuhur langsung, bersalaman lantas angkat kaki. Kalau banyolan orang betawi, allohumma lantas jalan. dalam hati saya bersyukur, sahabat saya ini bertambah ibadahnya di bulan ramadhan. Semoga saya pun demikian.

Bulan ini, banyak muslim yang berlomba meningkatkan ibadahnya. Hal ini menjadi sumber energi positif bagi lingkungan. Sepanjang perjalanan pulang dan pergi bekerja biasanya sering mendengar umpatan-umpatan, sumpah serapah, kata-kata kotor dari pengendara maupun pejalan kaki. Kini, hampir seminggu berpuasa belum satupun saya dengan kata-kata makian yang keluar dari masyarakat pengguna jalan. Aura positif ini kalau terus dijaga bisa jadi Jakarta menjadi damai meski mungkin macet tetap tidak bisa dihindari. Harapan yang tidak terlalu muluk dari warga Jakarta.

2015-06-07 13.12.10

Masjid-masjid kini menjadi ramai menjelang sahur sampai Isya. Ada waktu-waktu shalat selain Isya yang membuat masjid ramai oleh jamaah, yakni zuhur. Biasanya zuhur bertepatan dengan waktu istirahat pegawai. Nah saat ini justru dimanfaatkan betul oleh shoimin untuk beribadah. Yah, tidak semua muslimin yang cenderung setelah shalat zuhur melanjutkan ibadah lainnya. Kalau ibadah yang dimaksud adalah itikaf dan berzikir atau membaca qur’an mempunyai nilai yang baik. Tetapi kalau ibadah yang dimaksud adalah tidur di masjid, maka hal ini menjadi kurang baik. Mengapa? Selama ini meskipun saya muslim, saya pernah mengunjungi gereja dan tidak pernah saya lihat jemaatnya tidur dikursi atau bangku yang tersedia, begitu pula saat saya mengunjungi pura. Tidur di dalam masjid lebih banyak negatifnya dari pada positifnya, apalagi di saat jamaah lain sedang melakukan itikaf.

Pertama, Orang yang tidur di dalam masjid tentu saja tdiak sadar saat ia mengeluarkan air liurnya membasahi karpet atau sajadah yang terbentang, meninggalkan jejak dan bau tidak sedap. Kedua,  polusi suara, Orang yang tertidur baik sengaja atau tidak, secara kebetulan mendengkur akan mengganggu kenyamanan beribadah jamah lainnya. Ketiga, tidak elok rumah Alloh dijadikan tempat tidur meskipun sekedar beristirahat. Coba saja lihat disetiap sudut, ada orang bergelimpangan tidur dengan posisi beragam dan mendengkur pula. Ah, tidak enaklah dipandang mata, bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s