Punya ABK Rasanya Nano-Nano!

Laa yukallifullohu nafsan illa wus‘ahaa lahaa maakasabat wa ‘alaiha maaktasabat-robbanaa latu aakhidnaa innasiinaa au akhtho’na-robbanaa wala takhmil ‘alainaa israan kama khamaltahu ‘alaaladziina min qoblinaa-robbanaa wala tukhamilnaa maala thoqotalanaa bihi-wa’fu’anna waghfirlanaa war khamna anta maulanaa fansurnaa ‘alall qaumill kaafiriina. (QS. Al Baqarah 286)

Anda mempunyai anak yang spesial? Bukankan semua anak spesial, begitu menurut Howard Gardner, Allah Subhanahu Wataala manusia diciptakan dengan bakat kecerdasan yang luar biasa, 9 kecerdasan yang dibawa sejak lahir. Multiple Intelegent yang dimiliki manusia sejak lahir sengaja dibekali Alloh untuk mengarungi dunia sebelum bertemu Tuhannya di akhirat nanti. Lantas? Mengapa muncul pertanyaan seperti itu?

Ya, muncul pertanyaan tersebut karena nyatanya di masyarakat kita banyak menemui anak-anak spesial itu dalam berbagai tingkatan kadar kespesialannya. Pertanyaan selanjutnya bagaimana kalau ternyata Alloh menitipkan anak tersebut kepada Anda?

Beberapa hari belakangan saya menjadi tempat berkonsultasi dengan seorang ibu muda tentang anaknya yang spesial itu. Yah, saat bertemu dengan ibu muda itu pada hari raya idul fitri tahun lalu nampak sekali kegalauan dari semburat sinar matanya. Bisa dibayangkan sepasang ayah ibu muda dititipkan Tuhannya seorang anak yang teramat spesial. Pastilah jiwa sepasang suami istri ini terguncang. Kegalauan yang luar biasa, air mata mengalir sepanjang waktu. Kenapa Alloh, Tuhan yang sangan mengasihi hambanya memberikan anak spesial itu kepada saya, mungkin pertanyaan itu muncul di setiap benak orang tua yang mengalaminya. Adilkah Alloh?

Percayalah, Alloh telah memilih Anda menjadi orang tua yang super spesial karena dititipkan anak yang spesial. Saya sudah melewai masa-masa itu, kini tinggal bagaimana memberikan kesempatan yang sama untuk menjadi manusia yang “sempurna”.

ABK  menggembleng emosi, keintelektualan kita sebagai orang tua untuk selalu mengedepankan  kesetaraan layanan, pandangan dan kasih sayang yang sama dengan anak-anak lainnya.  Jangan sekali-kali mendeskriminasikan bahwa ABK itu harus mendapat perhatian yang berlebihan dibandingkan anak-anak lainnya. Jika kita lakukan maka akan mengebiri perkembangan kejiwaan ABK tersebut.

Kepasrahan menerima dan semangat untuk tetap memberikan yang terbaik kepadanya adalah salah satu solusi yang baik bagi ABK. oleh karenanya, teruslah menanamkan semangat yang luar biasa dan mendidik dengn hati agar kita sebagai orang tua dapat menjalani hidup ini bersamanya dengan enjoy. Ibarat rasa permen, mempunyai anak ABK rasanya nano-nano. Nikmatilah dan rasakan bedanya!

Tetap semangat wahai orang tua yang mempunyai ABK!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s