Guru Garing Guru Baper

Guru Garing

Gorengan garing enak. Krupuk garing, renyah membuat nikmat makan. Guru garing, maaf, kata seorang murid yang tidak bisa saya sebutkan namanya, bikin mual perut mau muntah! Kasar memang tapi itulah faktanya. Bisa kita bayangkan seandainya kita jadi siswa jaman sekarang yang fasilitasnya (untuk perkotaan khususnya seperti Jakarta) sudah cukup memadai. Hari itu kita belajar dengan “dibimbing” oleh seorang guru yang sudah bersertifikat profesional dan pengalaman mengajar sudah lebih dari satu dasawarsa tetapi gagap teknologi, mengajar seadanya dan tidak terstruktur baik perencanaan maupun tutur katanya. So what, apa yang anda rasakan?

Menurut pengamatan penulis, ada banyak karakteristik guru garing yang membuat siswa tidak termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Karakterisitk guru garing itu antara lain, pertama, tidak menguasai materi pembelajaran secara baik, komprehensif dan utuh. Suatu saat bisa jadi kita pernah mengalaminya. Kedua, karena tidak menguasai materi, guru garing memberi tugas yang banyak kepada siswanya dan lantas pergi meninggalkan kelas sambil berujar “kumpulkan dimeja saya saat jam belajar usai!” dengan tampang masam. Ketiga, gagap teknologi sehingga materi yang diajarkan selalu dengan model pembelajaran yang monoton. Keempat, kreatifitasnya rendah bahkan sekedar membuat lembar kerja siswa saja harus mengandalkan lembar kerja yang diperjualbelikan. Kelima, malas bergerak, mengajar hanya duduk saja sambil menjelaskan. Jadi, tidak heran kalau ada siswa yang diam-diam melesat keluar kelas tidak melihat atauizin ke toilet tidak kembali ke kelas.

Guru Baper

Wow saya dapatkan istilah ini dari grup line yang saya buat untuk menjalin silaturahim dengan siswa-siswa baik yang kebetulan saya mengajar dikelasnya, juga dengan siswa lainnya (secara kebetulan pernah saya ajar waktu kelas 10).

“Pak, guru yang ngajar m**, ganti aja, baper terus kalau di kelas” suatu saat waktu nge-chat di grup line.

bu-nata

Memang apa sih baper? Mengapa harus baper?

chatting yang bermanfaat bagi guru, jangan membatasi diri hanyakaena kita seorang guru lantas wibawa atau marwah keguruan kita menjadi berkurang.

Yah, kalau guru sudah baper di dalam kelas yang dia kelola maka sudah dapat diduga suasana kelas. Gurunya marah-marah tanpa sebab, siswanya takut, benci dan boring, mood untuk belajar terjun ke titik nol.

Ada kesan bahwa guru galak, pemarah dengan tujuan menjaga wibawa, agar disegani siswanya. Kewibawaan guru tidak terstandarisasi hanya karena kegalakkannya. Tetapi wubawa guru akan terpancar dari karakter, perilaku atau akhlaknya dan dedikasi kita pada pekerjaan dan tanggung jawab.

Jangan jadi guru garing apalagiguru baper!

Advertisements

4 thoughts on “Guru Garing Guru Baper

  1. Saya jg baru -ngeh “baper” itu kepanjangan dari “bawa perasaan” dari murid-murid privat saya. Biasanya mereka suka curhat ttg guru-guru baper mereka di sekolah. Saya cuma bisa ketawa dan geleng-geleng kepala dengarnya. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s