Guru Hebat Indonesia, kemana Engkau?

11016096_10206230511789833_3571189477202712542_n

Wah, provokator benar nih Mr. Dedi Dwigatama! Saya sempat mesam-mesem ajah saat trainer yang top markotop ini melempar kalimat coba sebutkan guru hebat di Indonesia saat ini. Kontan peserta Seminar dan Rakernas IPGI yang pertama menyebutkan beberapa nama. Ada yang menyebut nama almarhumah bu Een, ibu Muslimah dari Bangka Belitung guru honor di SD Muhammadiyah Belitung, atau Saur Marlina yang mengajar suku anak dalam di Jambi.

Dalam beberapa dekade ini sosok guru sebagai cermin bangsa memang seolah hilang. Sebenarnya kata hebat kuranglah tepat untuk disematkan kepada guru, saya lebih setuju guru sejati. Kesejatiannya memunculkan secara alami kehebatan guru baik dari sisi akademis seperti yang dicontohkan Ki Hajar Dewantara, kekharismatisan seperti Jendral Sudirman, KH. Hasyim As’ari dan Ki Dahlan, Kegigihan dalam perjuangan seperti bunda Dewi Sartika dan keikhlasannya seperti bunda Een atau Saur Marlina.

Lantas kemana guru yang lain? Menurut pendapat Dedi Dwigatama karena keseragaman dalam pola pikir dan berimbas dalam pola tindakan. Menurutnya lagi guru sudah cukup puas bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sepeti merampungkan pembuata RPP, mengajar sesuai tuntutan kurikulum 24 jam dan disiplin dalam berseragam setiap harinya. Kecukuppuasan itulah yang membelenggu kreatifitas guru sehingga kehebatannya tidak muncul. Guru itu harus selalu memunculkan perbedaan sehingga perannya bukan saja sebagai pengajar, pendidik tetapi menjadi pembeda bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kini jamannya bergadget ria, maka kreatifitas guru sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru hidup menumpang di jaman teknologi digital maka harus mampu menyesuaikan diri dengan jaman tersebut. Penyesuaian tersebut diharapkan semakin membuat guru kreatif, tahu bagaimana bersikap dalam mendidik sesuai dengan perkembangan jiwa anak yang semakin rentan dengan kemajuan teknologi. Kata dedi lagi, guru jangan cuma memanfaatkan handphone atau gadget untuk telepon, gunakan sesuai perkembangannya, jangan tabu bersosial media, baik facebook, tweeter, instagram atau path. Masuklah ke dunia siswa yang serba digital agar dapat memahami kejiwaan mereka. Teknologi juga dapat membuat guru kreatif dengan membuat blog, menulis di dalamnya baik ide-ide maupun media-media pembelajaran bahkan dapat membuat buku karenannya.

Anda ingin menjadi guru hebat? Kreatiflah!

Advertisements

3 thoughts on “Guru Hebat Indonesia, kemana Engkau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s