CERMIN RETAK

Tadi pagi sebelum masuk kelas saya menaiki tangga gedung menuju kelas jam petama mengajar, kelas sepuluh sosial dua, sebelum masuk, ada cermin di tangga pertama, mengacarlah saya. Jadi teringat saat mengikuti acara Republika Berbakti Untuk Guru beberapa tahun lalu. Saat itu seorang narasumber mengajari kami cara berpenampilan yang menarik, sehingga murid lebih apresiatif terhadap guru. Guru adalah model yang tiap hari dilihat oleh guru. Mulai dari cara berjalan, berpakaian dan mengucapkan salam serta mimik yang menyenangkan. Pokoknya, guru mesti fashionable! guruDan, saya juga terkenang pada kepala sekolah tempat 12 tahun yang lalu. Modis, berani tampil beda dan tegas. Modisnya itu loh yang nggak nahan! Sepanjang saya mengajar di sekolah ini, baru sekali bertemu muka dan dipimpin oleh kepala sekolah yang sangat fashionable, sangat menjaga penampilan. kesan yang timbul atas penampilannya yang anggun, guru modern. Rasanya memang jarang sekali saya melihat guru yang modis. Kesan sembarangan atas penampilan guru lebih kental ketimbang modis dan eksentrik (termasuk saya juga kali ya). Back to the point, yah saat bercermin tersebut juga mengingatkan saya bahwa betapa pentingnya guru sebagai “cermin” masyarakat. Bukankah guru hanya profesi? Bagi saya, guru memang profesi tetapi di dalamnya mengikat jiwa pendidik. Jadi guru dan pendidik tidak bisa dipisahkan.

Guru menjadi profesi yang menggiurkan saat ini karena berbagai kemudahan dan kesejahteraan yang diberikan pemerintah. Sebenarnya kebijakan tersebut sangat wajar karena sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya tanpa terkecuali guru.  Namun demikian kebijakan tersebut justru menjadi bumerang bagi guru. Kini hampir seluruh mata penduduk Indonesia pandangannya tertuju pada guru. Segala sesuatu yang terjadi di dunia pendidikan, terutama sekolah menjadi trending topik yang hangat untuk didiskusikan (kalau tidak mau dibilang guru yang disudutkan). Ah, tidaklah berlebihan kalau guru disudutkan bang, jangan ngeless!

Salahnya guru juga kenapa pemimpin bangsa ini banyak korupsi! Gurunya dulu ngajarin apa sehingga menghasilkan pemimpin yang bengal seperti itu, kok bandelnya enggak insyaf-insyaf sampai mereka menjadi pemimpin negeri! Peristiwa terjadinya bulying diberbagai sekolah oleh senior terhadap yuniornya, pastilah gurunya tidak pernah peduli, sampai-sampai tawuran menjadi budaya. Apa yang mereka ajarkan kepada anak didiknya ? Jadi akar permasalahan bangsa ini tidaklah sulit untuk dicari penyebabnya, bukan?

Berbagai muatan kurikulum yang berbasis budi pekerti, seperti pendidikan karekter, dan kini pada konten kuikulum 2013 terdapat Kompetensi Inti yang menyiratkan secara jelas bahwa peserta didik diharapkan memiliki kompetensi yang berakhlak mulia. Muatan kurikulum tersebut juga diharapkan guru dapat membentuk kompetensi KI1 dengan segala keprofesionalannya, setiap hari setiap saat. Maka, tak heran seorang teman sejawat sampai pulang malam untuk mengingatkan, mengawasi dan menemani siswanya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan, harapan seorang gubernur, guru harus mampu mengawasi siswanya 24 jam bila perlu! Guru memang profesi yang mulia dan berat, makanya gajinyapun hebat, fantastis dan menggiurkan.

Percayalah, guru adalah profesi yang penuh cinta. Peristiwa-peristiwa yang membuat luka bangsa ini memang sebagian besar menjadi tanggung jawab guru (menurut sebagian orang) karena sejatinya guru adalah cermin bangsa. Jadi, saya sebagai guru melalui tulisan ini berharap dapat menjadi cermin yang baik untuk anak didik, tidak lebih. Jika memang pantas disalahkan atas bobrokya akhlak anak bangsa yang dipertontonkan di gedung parlemen, di situs-situs sosial, guru sejak dulu memang sudah menanggungnya, Seseorng yang berniat menjadi guru sudah harus siap untuk sejahtera paling belakang, sebab menjadi guru bukanlah untuk sejahtera tetapi menyejahterakan orang lain.

Cermin itu hari-hari ini mungkin masih retak. Optimisme harus terus dipelihara agar suatu saat bangsa ini maju dan tidak kehilangan martabat, cermin itu sudah menunjukkan hasilnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s