Masih Perlukah Tryout?

Meskipun pemerintah secara resmi telah membuat keputusan bahwa Ujian Nasional atau UN pada tahun 2015 ini hanya akan dijadikan alat tolok ukur dan pemetaan, tetap saja menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar sekolah menengah atas di seluruh Indonesia. Jadi, tidak ada pengaruhnya keputusan pemerintah tersebut?

IMG_20150123_135002Sekolah-sekolah bekerja sama dengan bimbingan belajar mengadakan pelajaran tambahan pada hari Sabtu diluar jam belajar yang lima hari. Ada juga sekolah yang melakukan pendalaman materi pada jam belajar sehingga mengesampingkan materi yang termuat di kurikulum. Selain itu sekolah juga mengadakan tryout mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Klise! Fenomena ini sudah menahun bukan.

Tryout menjadi salah satu cara yang ditempuh sekolah-sekolah dalam menghadapi UN. Cara ini dipilih sebagai alternatif untuk melatih siswa mengerjakan soal-soal sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL) yang telah dibuat oleh pemerintah. Biasanya sekolah melaksanakan tryout berkali-kali dan mata pelajaran non UN untuk semester genap ditiadakan. Petanyaannya kemudian seberapa relevankah tryout yang dilakukan dapat mendongkrak nilai Un? Signifikankah tryout dengan kevaliditasan nilai? ah, masih banyak lagi pertanyaan yang ingin saya keluarkan dai otak yang saya sudah penuh dengan keniscayaan tentang UN.

Tryout mubazir?

Hari ini, merupakan hari terakhir tryout pertama. Kebetulan ada IMG_20150123_134954sebuah universitas “borjuis” yang mensponsori kegiatan ini di sejumlah sekolah di Jakarta Selatan atau malah mungkin se Jakarta. Soal-soal yang ditulis bisa jadi perlu dipertanyakan kevaliditasannya, karena dibalik tryout yang dilaksanakan ada pesan sponsor.Pilih universitas saya ya! Jadi hasil tryout bukanlah tujuan akhir. Baru saja saa saya menulis artikel ini, seorang siswa meunjukkan ada soal yang seharusnya bergaris bawah sesuai perintah soal ternyata soal tersebut tidak bergaris bawah, sehingga saya menyarankan kepada seluruh siswa diruangan yang saya “temani” untuk menuliskan kritisi soal bahwa soal bernomor 13 tersebut tidak jelas perintahnya!

IMG_20150123_135015

Kepala sekolah melalui wakil kurikulum sudah meminta saya membuatkan jadwal tryout yang berderet mulai bulan februari sampai awal april. Luar biasa bukan pendidikann kita. Sekali lagi menurut pandangan saya tryout UN mubazir! Selama mental yang terbangun tidak menggambarkan kesiapan peserta didik untuk mengikuti Ujian Nasional maka tryout menjadi mubazir, buang-buang waktu, menghambur-hamburkan uang dan anggaran negara.IMG_20150123_135120IMG_20150123_135136

Tryout seharusnya memang menjadi salah satu cara melatih kemampuan siswa menjawab soal. Sementara itu sekolah melupakan sisi lain yang tak kalah lebih penting yaitu mempersiapkan mental siswa dalam menghadapi ujian tersebut. Persoalan ini menjadi kering perhatian karena sekolah mempunyai trget 100% lulus tanpa dibarengi dengan membangun kemandirian peserta didiknya. Akhirnya, tryout menjadi aktifitas sekedarnya untuk memenuhi program kerja, dari pada siswa pulang lebih awal dan seterusnya. Pendidikan yang jauh menyimpang dari tujuan pendidikan nasional, pendidikan basa basi! Atau pendidikan lontong basi? (meminjam istilahnya sang motivator pendidikan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s