Peran Informatika dan Telekomunikasi Dalam Industri Kreatif

Teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan perekonomian suatu bangsa, tidak terkecuali Indonesia sebagai negara yang sedang giat-giatnya mengejar ketertinggalan pembangunan ekonomi. Indonesia, negara dengan kekayaan alam yang melimpah dan sumber dayamanusia yang besar tidak dapat menafikan peran teknologi untuk mengembangkan industri mulai dari hulu sampai hilir.

Kita dapat melihat dengan jelas bahwa teknologi menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktifitas dan kreatifitas dalam mengemassuatu produk. Keterkaitan inilah yang harus terus dikembangkan oleh kalangan pengusaha untuk meningkatkan kualitas produk pengembangan varian produknya. Kini hampirsemua negara mengandalkan industri yag berbasis teknologi informatika untuk membantu pengembangan dan kualitasserta pemasarannya. Kita dapat lihat hasilnya dengan kemasan yang baik dan tepat, teknologi dan informasi mengangkat pariwisata Malaysia dengan ikon Trully Asia-nya. Penggunaan yang tepat dan baik membantu menginformasikan kepada konsumen tentang dunia pariwisata Malaysia. Penggunaan media informasi seperti televisi telah membantu pemasarannya selain dunia digital, internet.

Membangun Industri Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi Informasi

Sejak digulirkannya Ekonomi Kreatif oleh pemerintah beberapa tahun lalu, Industri Ekonomi Kreatif semakin hangat dibicarakan baik oleh pemerintah, swasta dan pelakunya sendiri. Khususnya pemerintah sudah semakin menaruh perhatiannya. Sedikitnya ada Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Komunikasi dan Informasi, dan Departemen Tenaga Kerja. Karena istilah “industri” pada Industri Kreatif, menimbulkan banyak interpretasi, bagaimanakah mencocokkan secara kontekstual antara Ekonomi Kreatif, Industri Kreatif dengan Undang-undang No. 5/1984 tentang Perindustrian.

Dalam Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia tahun 2025 yang dirumuskan oleh Departemen Perdagangan RI dijelaskan adanya evoluasi ekonomi kreatif. Berdasarkan dokumen rencana ini dapat diketahui bahwa adanya pergeseran dari era pertanian ke era industrialisasi lalu ke era informasi yang disertai dengan banyaknya penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi serta globalisasi ekonomi. Perkembangan industrialisasi menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang lebih murah dan efisien.

Pada 2013, ekspor produk kreatif mencapai Rp119 triliun (10 miliar dollar AS) yang naik delapan persen dibanding 2012, menurut data Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan kontribusi industri kreatif terhadap PDB pada 2013, tidak jauh berbeda dengan 2012, di kisaran 6,9 persen atau di posisi ke-tujuh, senilai Rp573 triliun dari sektor-sektor ekonomi lainnya.

Pengembangan industri ekonomi kreatif dimaksud harus selaras dengan perkembangan teknologi informasi. Hal ini penting karena kini semua lini industri ditopang oleh fasilitas teknologi informasi tersebut. Jika ingin industri ekonomi kreatif ini lebih maju maka mau tidak mau pihak-pihak yang terlibat didalamnya harus berkolaborasi agar produk-produkyangdihasilkan dapat terinformasikandengan baik dan tepat sasaran, selain kualitas dan ragam produk yagdihasilkan menarik dan variatif.

Berdasarkan perkembangan industri kreatif tersebut diatas, menurut hemat penulis peran pemerintah terhadap industri ini perlu ditingkatkan lagi. Jadi jika pemerintahan yag sekarang menghapus bidang ekonomi kreatif sebagaigarapan kementrian pariwisata, perlua ada solusi untuk tetap membangun industri ekonomi kreatif yang kuat dan semakin berkembang pesat.

Pertama, menurut penulis adalah peran pemerintah sebagai pemegang kewenangan atau regulator dapat memfasilitasi dari program yang dapat membantu baik dari sisi pelatihan maupun program bantuan pendanaan yang sifatnya lunak. Dengan diadakannya pelatihan-pelatihan berbasis teknologi, terutama digital, sangat dimungkinkan membantu usaha-usaha masyarakat yang terkait langsung dengan tiga belas bidang industri kreatif. Bidang yang paling berkaitan dengan teknologi informasi antara lain seni dan hiburan, periklanan, televisi dan radio, percetakan dan surat kabar. Pada bidang ini sumber daya manusianya masih sangat terbatas yang menguasi teknologi informasi.

Teknologi digital terutama telah sangat maju dan beberapa anak bangsa Indonesia karyanya telah diperkenalkan dalam industri digital dalam berbagai produk aplikasi mobile dan games lokal pada store application seperti Google Play Store dan Apple Play Store. Dukungn yangkuatdari pemerintah akan semakin menumbuhsuburkan tumbuhnya industri ekonomi kreatif pada sektor-sektor tersebut.

Sebagaimana kita ketahui jika ingin bangsa ini maju pesat maka harus menguasai dunia teknologi dan informasi. Oleh karenanya perlu program yang jelas dari pemerintah untuk mendukung industri kreatif dan ekonomikreatif berbasis teknologi informasi.

Kedua, kemauan dan kerja keras yang luar biasa dibutuhkan dan perlu dilakukan oleh kalangan pengusaha yang “mencemplungkan” diri di dunia ekonomidan industri kreatif ini. Kemauan ntuk menimba ilmu bebrbasis teknologi informasi selain kreatifitas yang tinggi harus selalu dilakukan. Pelaku industri kreatif harus mau berkolaborasi dengan kalangan akademisi yang menguasai teknologi ini. Jika kolaborasi ini dilakukan bukan tidak mungkin akan mendorong majunya industri kreatifsesuai dengan rancangan pengembangan industri ekonomi kreatif yang ditetapkan pemerintah.

Produk-produk yang dihasilkan harus dapat memenuhi selera pasar dengan tidak mengesampingkan sisi kualitas dan edukasi. Kita dapat melihat produk-produk layar kaca televisi nasional yang masih sangat rendah kualitasnya sehingga sulit bersaing dengan acara-acra televisi negara lain. Kreatifitas yang menarik, ragam yang khas dan berkualitas adalah hal mutlak yang harus dicapai jika televisi nasional ingi dilirik sebagai hasil industri kreatif. Begitu juga produk seni dan hiduran buatan Indonesia, kita tidak dapat memungkiri penguasaan teknolgi yang terbatas sehingga industri film kita masih tertinggal jauh dengan China misalnya. Tetapi satu dua produksi film kita sudah mulai dilirik sebagai hasil kreatifitas yang berkualitas, The Raid misalnya meskipun disutradari oleh sutradara asing, telah memecahkan rekor box office di industri perfiman internasional. Kesuksesan ini tidak terlepas dari kemampuan penguasaan teknologi selai kemampuan akting aktor-aktornya.

Begitupula pada sektor industri yangberbasis digital. Perkembangan industri kreatif digital di Indonesia untuk maju adalah ketika Internet semakin mudah diakses oleh masyarakat. Begitu pula dengan penggunaan perangkat PC dan mobile yang menjadi motor utama hidupnya industri kreatif, karena menjadi modal besar bagi industri kreatif di Indonesia untuk bisa maju. Pelaku-pelaku industri kreatif disektor digital harus mampu menciptakan produk yang mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain dengan mengandalkan kreatifitas yang tinggi.

Ketiga, kalangan akademis harus mulaimenyesuaikan kebutuhan pasar industri kreatif dengan mutu lulusannya. Hal ini penting agar output yangdihasilkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kreatif.

Dilihat dari kontribusi tenaga kerja, tahun 2013 lalu sektor ekonomi kreatif mampu menarik pekerja sebanyak 11,8 juta orang, tumbuh sekitar 0,62 dari tahun sebelumnya sebanyak 11,7 juta. Tingkat partisipasi tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif juga menyumbang sebesar 10,72 persen pada 2013. Rata-rata tiap tahun tingkat partisipasi tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 10,65 persen dari seluruh ketenagakerjaan nasional.

Menurut Menpaaekraf saat itu Mari Elka Pangestu “Fokus pengembangan subsektor ekonomi kreatif pada periode 2015 hingga 2019 adalah peningkatan daya saing industri kreatif dengan pemanfaatan iptek secara optimal dan pengembangan kreativitas dan kelembagaan industri kreatif,”

Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri kreatif membutuhkan tenaga kerja yang kualitasnya diutamakan untuk bekerja pada sektor tersebut terutama yang menguasai teknologi informasi.

sumber tulisan :

http://bandung.bisnis.com/read/20140810/18/514743/internet-dorong-perkembangan-industri-kreatif-digital-di-indonesia

http://asp.trunojoyo.ac.id/wp-content/uploads/2014/03/19.-ANALISIS-PERKEMBANGAN-INDUSTRI-KREATIF-DI-INDONESIA-.pdf

http://gov.indonesiakreatif.net/buku-studi-dan-pengembangan-ekonomi-kreatif-indonesia/

Sektor Industri Kreatif Memperbesar Lapangan Kerja

http://www.republika.co.id/berita/koran/kesra/14/08/17/nafxkh-menggenjot-industri-kreatif-berbasis-teknologi

hyperlink : www.st3telkom.ac.id.

https://i1.wp.com/st3telkom.ac.id/files/2014/12/banner1.png

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s