Dian Dalam Pusaran Zaman

Seperti lilin yang terbakar api, rela tersakiti demi terangnya jalan anak negeri tak peduli lelehannya membakar ringkih tubuhnya, semangat tetap dikayuh meski usia semakin merapuh

ode buat bu suparti guruku di kelas satu sd

Guru sejatinya adalah sosok yang menjadi cahaya digelapnya jalan kehidupan. Guru menjadi tongkat pembimbing bagi orang-orang yang memerlukan penunjuk arah kebenaran. Begitu luasnya kebermaknaan dan eksistensi seorang guru sehingga penggambaran yang begitu mulia belum cukup sebagai penghargaan atas jasa-jasanya.

Kesan yang tumbuh pada sebagian orang guru adalah profesi mulia yang dengan kemuliaannya dapat menginspirasi umat manusia. Tidak salah tetapi juga tidak selalu benar. Guru di zaman kekinian sangat besar tantangannya, teknologi yang pesat perkembangannya dengan segala efeknya, arus budaya asing yang menginfiltrasi sendi-sendi kehidupan berbangsa, faham materialisme yang tumbuh bagai jamur dimusim hujan tak terbendung, Esensinya tetap sama, peran guru tetaplah menjadi dian dalam pusaran zaman yang menjadi penerang jalan bagi orang-orang yang tidak ingin tersasar.

Ketidakberdayaan” bangsa ini dalam mengimbangi arus modernisasi yang begitu pesat, globalisasi perekonomian yang semakin menggurita dari negara-negara maju, bukanlah penghalang bagi guru untuk terus melecut dan memotivasi anak bangsa merengkuh ilmu dengan segala keterbatasan dan kelebihannya. Oleh karenanya cahaya itu tidak boleh redup hanya karena kesejahteraan yang terabaikan, perhatian yang terlupakan. Guru tetap harus berdiri di garda terdepan bangsa ini sebagai benteng dan ujung tombak peradaban yang berkarakter khas bangsa Indonesia, yakni berakhlak mulia.

Guru tetap harus menjadi inspirator yang menyemai mimpi-mimpi anak bangsa, membenamkan cita-cita dalam alam bawah sadar anak bangsa bahwa bangsa ini bisa maju dan menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lainnya.

Tidak peduli dengan carut marut kurikulum yang membuat linglung, juga jangan pedulikan wakil-wakil rakyat yang terlalu sibuk berbeut kue kekuasaan. Kita tetaplah guru yang senantiasa dirindukan oleh murid-murid hebat generasi masa depan. Merekalah yang setiap hari menanti untuk suara-suara penuh semangat yang membangkitkan selera hidup, menggapai mimpi-mimpinya. Kitalah yang membuatkan tangga untuk mereka, maka ketulusanlah yang tidak akan pernah tergantikan dengan apapun, itulah modal awal yang kita punya.

Selamat hari guru sahabat guru Indonesia, tetaplah menjadi dian dipusaran zaman yang menginspirasi banyak orang!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis untuk guru yang dilaksanakan oleh KSGN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s