Anak Kemarin Sore

Beberapa minggu ke depan pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pendidikan-nya sedang melaksanakan program pendampingan mengenai keterlaksanaan kurikulum 2013. Beberapa sekolah yang menjadi model percontohan menjadi induk cluster bagi sekolah lain, termasuk guru di dalamnya.

Pendampingan ini bisa jadi untuk merevaluasi atas keterlaksanaan kurikulum 2013 di lapangan, selain mensurvey (memakai bahasa penelitian agar sedikit lebih halus pemaknaannya : penulis) atas pemahaman guru mengenai kurikulum 2013. Bukanlah sesuatu yang tidak biasa atau aneh, krena sejatinya sebuah program memerlukan evaluasi atas keterlaksanaan, ketercapaian dan kekurangan-kekurangannya dari rencana yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Justru menjadi tidak masuk akal manakala sebuah program apalagi setingkat kurikulum nasional tidak ada evaluasi dan perbaikan setelah digembar-gemborkan sebagai kurikulum yang disempurnakan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan yang lebih dikenal dengan sbutan KTSP.

Namun, yang menggelegar adalah keanehan dari tanggapan atas dilaksanakannya program pendampingan tersebut. Tanggapan apa yang aneh? Sebagai guru, bagi saya tanggapan atas pendamping yang akan melakukan pendampingan tersebut yang aneh. Apalagi terujar dari bibir manis seorang guru cantik dan senior. Anak kemarin sore mau mensupervisi saya? Wow !

Kesan pertama yang saya tangkap sebagai guru senior tidak layak didampingi oleh guru yang masih bau kencur (padahal saya yakin guru muda tersebut sudah dibekali pelatihan yang memadai untuk menjadi pendamping). Secara kebetulan telah bersama-sama mengikuti pelatihan dan sosialisasi kurikulum 2013 angkatan pertama di tingkat provinsi selama kurang lebih 2 minggu. Saya yang tidak terpilih saja merasa bangga dengan dia yang lebih muda. So, ada kejumawaan yang terpancar dari wajahnya yang cantik.

Kesan kedua, bahwa guru yunior pasti ilmunya masih sangat kurang dan belum berpengalaman. Kesan ketiga, ini yang dihinggapi oleh sebagian guru bahwa kalau disupervisi adalah tindakan untuk mencari-cari kesalahan guru.

Evaluasi adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh semua orang baik secara individu dan tanpa rencana yang sistematis maupun evaluasi yang dilakukan dengan rencana sistematis seperti yang akan dilakukan oleh dinas pendidikan. Jadi, siapa takut dievaluasi kerananya justru kita semakin matang, bertindak maupun berbagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s