Mental Destruktif

Revolusi mental yang sedang dan akan diejawantahkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo nampaknya sejalan dengan misi kurikulum 2013, yakni membangun mental yang berkarakter terpuji. Pendidikan karakter yang terpuji ini sudah seharusnya menjadi tujuan pendidikan Indonesia secara komprehensif, tidak saja sebagai sebuah slogan lebih dari itu menjadi ruh disegala lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa kecuali anggota dewan yang terhormat.

Beberapa hari ini kita dipertontonkan oleh mental destruktif oknum anggota dewan dalam sidang pembentukan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat. Pertunjukan yang tidak enak dipandang ini tanpa disadar dapat menjadi contoh yang sangat tidak baik bagi siswa dan masyarakat secara umum. Jika tidak dibekali akhlak yang terpuji, efek domino yang tidak diharapkjan dapat saja terjadi. Sadarkah mereka bahwa yang mereka pertontonkan akan membawa efek negatif? Keteladanan pemimpin adalah mutlak diperlukan agar bangsa ini menjadi bangsa yang kuat karakternya dan tidak mudah dipengaruhi dalam menjalankan prinsip yang benar.

Mental destruktif anggota dewan menjadi bumerang bagi dunia pendidikan, terutama saat guru menularkan virus kebaikan kepada siswamya. Perlu ada sangsi sosial atas perilaku buruk anggota dewan agar tidak terulang kasus membalik meja dan merusak sarana yang disediakan pemerintah untuk mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s